Minggu, 05 Juni 2022

Unexpected Experience on My Early Career

Februari 2022 merupakan bulan terakhir saya melaksanakan magang di PT Sunson Textile Manufacture Tbk, sempat ditawari untuk sebuah posisi karena staf yang bersangkutan akan resign, sempat juga saya terima, namun akhirnya saya memilih untuk mundur karena satu dan lain hal. Lingkungan kerja di PT Sunson saat itu sangat humble, banyak anak muda, beruntung juga punya atasan yang super baik, namun ego saya ini nampaknya lebih besar daripada kenyamanan yang bisa saya terima disana. Ya, ego. Saya merasa dengan berada disana saya gak akan belajar banyak, stuck pada rutinitas yang variabel nya tidak banyak, tidak ada jenjang karir, dan terlebih saya menemukan bahwa saya tidak se-fleksibel itu untuk penempatan di pabrik, dimana departemen saya berada merupakan departemen yang sangat erat kaitannya dengan produksi (a.k.a maintenance). Tapi bukannya saya tidak mau dan bisa untuk bekerja sebagai admin support departemen produksi, hanya saja pada saat itu secara prasarana saya lebih banyak tidak bisa toleran dengan lingkungan yang tidak hygiene. Saya bisa saja menerima pekerjaan sebagai admin support untuk departemen produksi di sebuah pabrik, tapi terbatas untuk bidang farmasi dan FMCG. Anda bisa bilang saya sangat pemilih. Saya akui itu, karena dalam mencari pekerjaan saya mencari zona nyaman. Dimana zona nyaman versi saya adalah lingkungan kerja baik secara sosial maupun fasilitas yang dapat mendukung saya melaksanakan deskripsi kerja, manajemen yang dapat mendukung saya untuk menjadi lebih produktif, kreatif dan inovatif, akan sangat disyukuri jika saya juga mendapatkan atasan yang baik, yang dapat dijadikan sebagai role-model.


Di bulan Februari 2022 itu juga saya mulai kembali mencari lowongan-lowongan pekerjaan, di pertengahan Februari saya mulai mendapatkan jadwal psikotes dan interview di beberapa perusahaan. Dibawah ini saya akan cantumkan proses rekrutmen di perusahaan outsourcing call center, dan perusahaan dagang tekstil, dimana di kedua perusahaan ini saya lolos sampai tahap offering.


Perusahaan Dagang Tekstil

Perusahaan Outsourcing Call Center

17 Nov 2021: mendapatkan tawaran untuk sebuah posisi, dan diminta untuk melampirkan CV

5 Feb 2022: mendapatkan kabar bahwa perusahaan tertarik untuk hire saya

7 Feb 2022: perusahaan meminta nomor saya

14 Feb 2022: owner perusahaan mengirim pesan melalui WA, memberi tahu situasi beliau saat ini sedang dalam perjalanan ke Indonesia, menjadwalkan interview

18 Feb 2022: Interview

23 Feb 2022: Visit the office, meet the owner

14 Feb 2022: mengirimkan cv melalui e-mail
15 Feb 2022: diundang ke grup psikotes
16 Feb 2022: psikotes
17 Feb 2022: briefing untuk project+interview HR
19 Feb 2022: interview User
20 Feb 2022: briefing training + offering

 

Proses rekrutmen yang saya jalani di perusahaan dagang tekstil itu cukup unik, karena dari awal saya seperti ditemukan dan diberi tawaran melalui LinkedIn. "Ditawari kerja" dengan jalan seperti itu merupakan hal yang baru bagi saya, karena setahu saya hanya orang-orang professional di tingkat manajemen menengah sampai atas yang bisa dapat tawaran kerja. Yaahh well pada saat itu saya gak menganggap ini sebagai tawaran menjanjikan, siapa tahu itu akun fake, dan saya juga gak menaruh harapan tinggi untuk bisa diterima bekerja disana.


Ketika mereka kembali mengirim pesan melalui direct message di LinkedIn, hari itu bertepatan dengan hari saat saya posting mengenai countdown magang di PT Sunson. Gak heran sih. Saya masih ada pikiran bahwa ini perusahaan fake, tapi saya masih respon pesan dari mereka, toh gak ada salahnya juga. Dua hari setelahnya perusahaan meminta nomor saya, ini agak aneh juga sih kan saya udah pernah kirim CV dan disana saya sudah cantumkan nomor. Sampai akhirnya 18 Februari saya ditelepon, beliau menjelaskan bahwa saya sudah diterima, beliau juga menjelaskan tentang deskripsi kerja saya dan juga menanyakan kesanggupan saya untuk mengerjakan seputar deskripsi kerja dan penempatan kerja yang ada di Bandung (btw saya sekarang tinggal di Sumedang). Saya jawab saya bisa dan familiar dengan dokumen-dokumen seputar akuntansi, dan saya juga gak keberatan dengan penempatan kantor di Bandung karena masih ada opsi untuk pulang-pergi menggunakan kereta. Percakapan ditutup dengan request saya untuk bisa bertemu di kantor dan membahas kontrak kerja, karena again saya masih was-was kalau ini perusahaan fake terlebih lokasi kantor itu ada di kawasan perkantoran sewa yang lumayan ada prestisenya.


Tanggal 23 Februari saya ke lokasi kantor bertemu dengan beliau, dan dihari itu juga merupakan batas offering dari perusahaan outsoucing call center, karena besoknya (24 Februari) merupakan hari pertama training. Sebagai informasi, dari jauh-jauh hari saya sudah beli tiket kereta (karena perusahaan outsourcing berada di luar kota, di luar Jawa Barat) supaya dapet tiket dengan harga yang paling murah. Setelah membuat pertimbangan dan harus membuat keputusan yang cukup ekspres, akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran dari perusahaan dagang tekstil yang ada di Bandung. Dengan alasan: 1. Gaji yang lebih besar, 2. Bisa menabung lebih banyak (karena ada opsi untuk pulang-pergi dan tidak nge-kost), 3. Meskipun tergolong start-up, bisnis ini cukup menjanjikan karena menjual produk dari "industri hulu" yang demand nya akan cenderung lebih stabil seiring dengan peningkatan tren garmen dan fashion.


Di tanggal 23 Februari itu saya juga memastikan perihal gaji, fasilitas yang saya dapat, beliau menjelaskan bahwa saya akan digaji senilai UMR, difasilitasi komputer, peralatan, dan perlengkapan. Beliau menginstruksikan saya untuk dapat memulai kerja pada 7 Maret, karena di minggu sebelumnya banyak tanggal merah dan beliau akan prepare untuk tempat kerja. 


7 Maret 2022 saya ke kantor tanpa ada instruksi saya harus datang jam berapa. Dengan inisiatif, saya sudah ada di kantor jam 8. Beliau baru datang sekitar pukul 10.30. Setelah datang ke kantor, beliau ternyata baru akan menyewa kantor, akhirnya saya dibawa ke salah satu ruangan (yang akhirnya saya tahu bahwa ruangan itu merupakan tipe ruangan share dengan karyawan perusahaan lain). Saya di-briefing tentang deskripsi kerja, dokumen-dokumen terkait, sembari saya kecewa karena apa yang beliau janjikan tidak terealisasi (tidak ada komputer, peralatan, dan perlengkapan). Saya izin makan siang karena dari pagi sebenarnya saya belum makan (dan menenangkan diri, pastinya). Ketika kembali ke ruangan beliau sudah pergi, akhirnya saya izin pulang karena berada disana pun hanya buang-buang waktu. 7 Maret 2022 malam, saya tanya tentang ketersediaan peralatan dan perlengkapan kantor, dan saya menawarkan diri untuk menggunakan laptop pribadi terlebih dahulu jika itu belum tersedia. Beliau hanya menjawab kurang lebih seperti ini "ya, silakan pakai laptop anda dulu".


8 Maret 2022, saya tetap datang ke kantor sambil merenungkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi (dan juga sedikit menyesali keputusan untuk tidak memilih tawaran perusahaan outsource). Saya expect beliau akan selalu berkunjung ke kantor, tapi nyatanya tidak, karena beliau sibuk mengunjungi customer dan supplier. Setelah merenung, berpikir positif, berpikir negatif. Saya akhirnya memiliki catatan bahwa "saya gabung dengan start-up, saya gabisa untuk nuntut ini dan itu". Dari segi berfikir positif, saya berekspektasi bahwa saya akan menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan sejak awal, saya juga akan berpartisipasi dalam membuat pedoman, prosedur, dsbg sebagai privilage orang-orang yang bergabung sejak awal perjalanan perusahaan. Dari segi negatif, start-up sangat dekat dengan the owner leadership, dan beliau ini omongannya gabisa dipegang, dari mulai kontrak yang masih berupa lisan, menjanjikan fasilitas tapi aktualnya gak ada, he said he could be guide me to do the job desc but its never happen, bisa-bisa beliau bahkan gak menggaji saya karena anggap saya belum melakukan job-desc.


9 Maret 2022 daripada menunggu beliau guide saya untuk melakukan job-desc, saya inisiatif untuk mulai belajar mandiri, dan saya minta soft-file dokumen-dokumen supaya bisa dikirim melalui e-mail saya. Beliau jawab nanti akan dikirim, beliau juga tanya alamat e-mail saya (padahal saya sudah kirim itu semenjak saya minta kontrak kerja). Ga berselang lama beliau minta saya untuk belajar tentang produk-produk tekstil terlebih dahulu. Okelah saya belajar, kebetulan ada wifi juga disana, saya belajar lewat youtube, artikel, membaca prokpestus dan laporan tahunan salah satu perusahaan tekstil Tbk, dsbg. Tentu ada pikiran negatif melintas "ini beliau ga percaya saya bisa belajar untuk melakukan job-desc sendiri atau gimana nih", tapi saya akhirnya tetap belajar tentang produk tekstil, toh ga ada salahnya juga. 


14 Maret 2022 ada dokumen datang dari bank dan asosiasi tekstil, sebagai orang yang sedang belajar, saya penasaran dong ingin buka dokumen itu, terlebih setlement account dari bank untuk menganalisis cashflow perusahaan, saya minta izin, dan tidak dikasih... tentu ini membuat pikiran negatif saya makin menjadi-jadi, tapi disisi lain ya... mungkin saya memang belum berhak karena saya baru bergabung dengan mereka tepat seminggu yang lalu. Beliau juga menyampaikan bahwa besok akan datang ke kantor dan guide saya untuk do the job desc. 15 Maret 2020, terpantau beliau tidak nongol. Saya termasuk orang yang ambis ketika ingin mengetahui suatu topik/hal yang memang ingin saya ketahui, well awalnya saya ga terlalu minat sih dengan tekstil, tapi ketika lihat proses pembuatan serat sintetis untuk menjadi benang, ketika itu juga saya menjadi lebih tertarik. Saya juga termasuk yang sangat fokus ketika belajar tentang hal yang saya minati, sehingga belajar seharian pun ga bosan-bosan.


17 Maret 2022, ada pemberitahuan dari pengelola kantor sewa bahwa perusahaan belum membayar tagihan. Wow..,, semakin besar kekhawatiran saya bahwa nanti saya ga akan digaji, what's happen? do the company have financial issue? Tapi saya ga terlalu menghiaraukan itu sih, saya masih fokus belajar tentang textile, kadang saya juga belajar tentang Microsoft Excel, kadang keluar kantor untuk sekedar jalan-jalan untuk mengistirahatkan otak sejenak.


Hari-hari berikutnya seperti biasa saya belajar, saya juga sempat izin sekitar 2 hari karena gusi saya bengkak akibat cabut gigi geraham bungsu. 25 Maret 2022 ada pemberitahuan dari pengelola kantor sewa tentang keputusan pasti untuk sewa ruangan kantor khusus, yang sepertinya beliau dulu pernah buat. 26 Maret 2022, beliau bilang bahwa untuk selanjutnya silakan datang ke rumah beliau dan tolong bawakan dokumen-dokumen yang datang. Saya agak nge-hang sih saat baca pesan itu, saya kira beliau minta saya ke rumah beliau jika ada dokumen yang datang (later I found out that he will not continue to rent office there).


27 Feb & 28 Feb 2022 saya masih datang ke kantor, sampai akhirnya saya diusir secara halus oleh resepsionis disana. 29 Feb Feb 2022 saya datang ke rumah beliau, dimana rumah beliau itu masih satu daerah dengan rumah lama saya sebelum pindah ke Sumedang. Beliau menjelaskan tentang dokumen-dokumen terkait pekerjaan saya nantinya, akhirnya saya juga tanya, ga jadi sewa kantor disana pak? beliau bilang ingin sewa ruko tingkat karena nanti beliau juga akan expand lab, I expect it would be kind of Sucofindo alias laboratorium untuk uji produk. Oke sedikit pikiran negatif saya berkurang, dan saya senang karena saya diminta untuk WFH. Ga perlu ongkos transport, bisa lebih fokus ibadah (bulan puasa). Di hari itu beliau juga bilang bahwa nanti akan kasih tes ke saya dan once I qualified he will permit me to do the job desc.


Tapi di bulan April itu saya merasa dibuang, dan ga dianggap lagi. Setiap pesan dan telepon saya ga dibalas atau diangkat, beliau ga ada setiap saya datang ke rumahnya, gaji untuk bulan Maret belum dibayarkan. Saya masih orang Indonesia ternyata, dimana saya masih sungkan untuk meminta gaji karena saya merasa belum melakukan job-desc. Day by day di bulan April itu saya jadi berasumsi, dan underestimate diri sendiri (apakah saya sebegitu ga compatible-nya untuk pekerjaan ini sehingga beliau ga bisa percaya saya?). Sangat sulit untuk menaikkan kembali kepercayaan diri saya sampai... 1 Mei 2022 akhirnya beliau telepon saya, beliau langsung membicarakan tentang gaji. Waahh pak, status saya aja disini ga jelas. Beliau ternyata sejak akhir April sedang ke luar negeri karena ada emergency situation katanya. Karena beliau bilang ada emergency situation, saya langsung kaya "oh yaudah deh gausah ganggu dulu". I hate myself.


Lebaran, off day, masih belum ada kejelasan tentang posisi saya disana. Sejak awal Mei saya sudah mulai mencari lowongan kerja lain. Saya juga berkesempatan untuk melakukan psikotes dan interview online di beberapa perusahaan. Ada satu perusahaan yang sangat kasar dimana saya bilang saya masih kerja di perusahaan dagang tekstil ini, terus kami debat dengan perkara inti "kamu masih kerja disana, ngapain ngelamar disini?", saya udah coba jelaskan bahwa posisi saya disana ga jelas maka dari itu saya cari perusahaan yang bisa memberi saya kepastian dan kejelasan, dan ketika saya sudah dapat pekerjaan di perusahaan lain, saya bisa segera join karena saya gak terikat kontrak tertulis disana. Dengan ngototnya HRD tersebut bilang lagi "ya gabisa dong kamu masih pegawai disana, kamu punya manner ga?". Ingin sekali saya jawab "yaelah pak disana aja saya ga dianggap". Bapak HRD sepertinya sudah gak bisa berpikir jernih ditambah beliau selalu meninggikan suaranya, akhirnya saya putuskan untuk tidak melanjutkan interview itu dan pamit. 


Dari adanya kejadian itu saya jadi memikirkan untuk resign dan mungkin benar kata bapak HRD tersebut kalau masih kerja diperusahaan ada baiknya jangan melamar di perusahaan lain dulu. 12 Mei 2022 saya akhirnya menagih kembali gaji bulan Maret (karena saya udah yakin kalau April saya udah ga dianggap kerja), dan basa-basi tanya kapan saya bisa do the job-desc. Ajaibnya beliau ga balas pertanyaan saya tentang kapan saya bisa kerja, dan hanya membalas tentang gaji dan mengirim screenshot transfer bank. Wahh, saya udah gabisa positif thinking lagi dan akhirnya 21 Mei 2022 saya mengirim pesan (karena percuma ditelepon pun gak akan diangkat) bahwa saya akan resign, pesan tersebut hanya di read oleh beliau, dan saya udah expect itu. 

 


Well, saya anggap ini teguran supaya saya bisa lebih down to earth, dekat sama Tuhan, dekat sama orang tua. I never expect bahwa saya akan merasa tidak dianggap seperti ini, disaat saya mengharapkan karir yang mulus. Perasaan seseorang setelah dapat kerja itu seharusnya merasa less risk less worry untuk persoalan finansial di bulan berikutnya. Tapi setelah saya join di perusahaan itu, saya merasa dikecewakan, dan merasa I put all my trust to you but nothing in return. I asked for the contract so many times, tapi mereka ignore itu. Mereka menjanjikan fasilitas berupa equipment and tools, but there is no realization. Mereka bilang mereka bakal guide me so I could do the job description, but its never happen

 

Disaat gaji saya aja ga dijamin (karena ga ada kontrak) should I stay there?

 

Saya merelakan karir saya yang sudah pasti di perusahaan call center itu untuk gabung dengan mereka, mereka pun tahu tentang hal itu, but they don't treat me well. Bisa saja hal yang terjadi merupakan salah paham akibat komunikasi yang tidak lancar, tapi apakah bisa sebuah kepercayaan kembali setelah dikhianati?

 

 

Memang tidak semua keputusan akan membawa kita ke arah yang tepat,
tapi tidak mengambil keputusan justru yang membuat kita jalan ditempat.

Quotes by FardiYand 

image

It may be far from perfect, but practice makes perfect. I decided to grow this page to keep my memories.

See also my another post :)

0 komentar:

Posting Komentar

Start Work With Me

Contact Me
ROBII'AH ALMA'UUNAH
BUSINESS ADMINISTRATION
Sumedang, Indonesia